Friday, November 18, 2016

Matrikulasi IIP : Nice HomeWork #5


DESIGN PEMBELAJARAN A LA SAYA

Belajar bagaimana caranya belajar. Pusing nggak sama kata-katanya? 😂 Semoga engga ya..
Materi kelima yang dibahas adalah Learning How to Learn - Belajar Bagaimana Caranya Belajar.
Dan goalnya adalah membuat design pembelajaran a la saya sendiri. 🙈


Di NHW #4 ( baca : disini ) saya telah menuliskan tahapan ilmu yang akan saya pelajari. Pada dasarnya saya mengikuti tahapan pembelajaran seperti kurikulum IIP. 
Bunda Sayang ➡️Bunda Cekatan ➡️ Bunda Produktif ➡️ Bunda Shaleha
Tapi ada sedikit perubahan pada rentang waktu pembelajaran yang saya tetapkan. Jika sebelumnya saya menetapkan 7-8 tahun untuk bisa menguasai semua tahapan ini. Saya akan membuatnya menjadi 4 tahun. Wow.. Apa saya bisa? Harus bisa. Ibu Septi saja bisa, kenapa saya tidak? *OptimisModeOn*

Kalau dijabarkan design pembelajaran saya seperti ini:

🍒 Year 1
Di tahun pertama yaitu saat ini, saya akan fokus mencari berbagai referensi yang berkaitan dengan ilmu parenting specifically fitrah based education, parenting sesuai Al-qur'an dan sunah rosul, mendidik anak ala rasul. Ilmu parenting luar pun akan saya pelajari sebagai perbandingan. Kebetulan saya sudah punya beberapa buku berkaitan dengan materi tersebut. Tinggal saya pelajari dengan baik. Yeaayy one step ahead *throwconfetti*
Target saya adalah ditahun kedua saya harus sudah khatam dan paham mengenai materi ini. 

🍒 Year 2
Memasuki tahun kedua, ilmu yang harus saya perdalam adalah ilmu manajemen. Manajemen apa saja?

  • Manajemen Waktu 
  • Manajemen Qolbu 😁
  • Manajemen Emosi
  • Manajemen Pengelolaan Rumah Tangga
Ilmu manajemen ini sebenarnya adalah ilmu pendukung tapi juga berkaitan dengan visi misi keluarga. Bahkan saya rasa setiap keluarga wajib mempelajari ilmu ini. Oleh karena itu, ilmu ini masuk kedalam list yang harus saya pelajari.

🍒 Year 3
Already find your passion? I have. Menurut saya mengerjakan sesuatu yang merupakan kebutuhan itu tidak selalu harus sesuai dengan passion kita. Seperti contohnya saya saat ini, fokus saya adalah mendidik Aro sesuai dengan kehendak-Nya dan disitulah peran saya sebagai seorang ibu. Maka mempelajari segala hal yang berkaitan dengan pendidikan Aro menjadi kebutuhan saya. Sedangkan ketika ditanya apa passion saya, maka jawabannya tetap banyak 😂 
Saya suka membaca, saya suka bercocok tanam, saya suka membuat design baju, saya suka memasak *kebutuhan deng kalau yang ini* LOL
Semua kegiatan yang saya senang melakukannya itu semua passion saya. Dan menurut saya, passion dan kebutuhan pada fokus saya saat ini mempunyai keterkaitan. Di tahun ketiga ilmu tentang pengembangan minat dan bakat yang akan saya perdalam. Ilmu ini juga penting untuk memetakan minat dan bakat anak kelak.

🍒 Year 4
Ketika masuk di tahun keempat, maka usia Aro menginjak 6 tahun. Saat ini saya masih belum memutuskan apakah Aro akan saya daftarkan di sekolah biasa pada umumnya ataukah homeschooling. AHA! sepertinya ilmu tentang homeschooling juga perlu saya masukan kedalam kurikulum pembelajaran saya. *biggrin*
Tapi yang jelas ditahun keempat ini saatnya saya benar-benar mengimplementasikan apa yang sudah saya susun dari sekarang. Daaannn... satu pelajaran tambahan ditahun ini, adalah tentang berbagi. Yup, semua yang kita pelajari sejatinya adalah tentang berbagi bukan? Berbagi ilmu dengan anak, dengan keluarga, saudara, bahkan tetangga.
Jadi ditahun keempat ini adalah implementation and sharing.

Begitulah kurang lebih design pembelajaran yang saya buat untuk saya sendiri. Bagaimana dengan design pembelajaran untuk Aro? Akan saya susun seiring dengan pembelajaran saya. Yang pasti nanti akan ada temuan-temuan yang berhubungan dengan cara menyusun kurikulum pembelajaran untuk anak. 

Hal-hal yang saya garis-bawahi, bold italic kalau perlu 😂 dalam menyusun kurikulum pembelajaran untuk Aro nanti adalah:
  • Mengamati terlebih dahulu Aro tipe pembelajar auditori atau visual.
  • Memulai dengan hal yang dia sukai. Bagaimana mencari tau hal yang dia sukai? Amati!
  • Membuat suasana belajar yang menyenangkan.
  • Tidak ada paksaan untuk hal-hal yang tidak dia sukai, tapi tetap mencari tahu penyebabnya.
  • Untuk pelajaran yang melibatkan rasa, empati, maka saya akan mengajaknya terjun langsung untuk mengamati.
  • Membiarkan dia memilih mana yang lebih dahulu ingin dia pelajari.
  • Menerapkan sistem reward untuk pembelajaran tertentu.
  • Memberikan tugas sesuai kemampuan namun tetap mengembangkan kreatifitasnya.
  • Menjelaskan tujuan dari setiap pembelajaran yang akan dipelajari.
dst. 

Dari semua poin ini, yang paling penting adalah menemukan hal yang disukai anak. Karena ketika anak sudah menemukan hal yang disukainya, dengan sendirinya dia akan semangat untuk belajar tanpa harus diperintah. Cerita sedikit ya.. waktu saya sekolah kelas 1 SMP saya sangat suka pelajaran matematika. Saya akan semangat setiap kali guru menerangkan rumus aljabar ter-rumit sekalipun. Lalu semua berubah saat negara api menyerang. LOL. Kelas 2 SMP saya mulai membenci matematika. Kenapa saya jadi benci pada pelajaran yang awalnya saya sukai? Ternyata, saya menyukai gurunya 😂 jangan dulu berpikir aneh-aneh ya hahaa.. Iya, ternyata waktu kelas 1 SMP saya menyukai cara penyampaian materinya. Saya suka cara ketika guru menjelaskan terlebih dahulu bagaimana asal mula suatu rumus didapat *ga usah dibayangin, nanti pusing!* hahaha.. Ternyata hal seperti itu menentukan suka atau tidaknya saya terhadap matematika. Beruntung di kelas 3 saya belajar dengan guru sewaktu saya di kelas 1. Terimakasih banyak Bapak. Rahadi, karena mu saya senang matematika. 

Jadiii... temukan terlebih dahulu apa yang anak sukai dan apa yang tidak. Fokus pada apa yang disukainya namun tetap mencari penyebab ketidaksukaan dia terhadap sesuatu. Maka dia akan belajar dengan senang hati.

###

Design ini harusnya saya buat dalam bentuk gambar semenarik mungkin lalu ditempel dikamar agar senantiasa << s e n a n t i a s a >> mengingatkan saya akan tujuan yang ingin saya capai. PR lagi sepertinya 😂


So, ini design-ku mana design-mu? 

Tulisan kali ini tanpa quote. *penting* hahaa..


-kireyhikari-









No comments:

Post a Comment