Wednesday, March 29, 2017

Family Project

Alhamdulillah memasuki materi bunda sayang yang ketiga "Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup"
Dan challenge Kali ini adalah membuat projek keluarga, tujuannya adalah sebagai sarana belajar dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan.

#Hari ke-1 28 Maret 2017/29 Maret 2017
Seharusnya tantangan membuat projek keluarga ini sudah dimulai beberapa hari yang lalu, qodarullah anak sakit sehingga projek keluarga ini ditunda sampai dia sembuh. Dan sampai hari ini sebenarnya dia masih belum memungkinkan untuk saya ajak membuat projek keluarga. Tapi hari ini saya coba menyusun terlebih dahulu projek apa saja yang kira-kira masih memungkinkan untuk Aro saat ini.


Sebelumnya saya berdiskusi dulu dengan ayahnya Aro namun belum membuahkan hasil hahaha...
B: Yah, Bunda dapet tugas kali ini bikin family project. Kira-kira apa yaa.. sasaran nya mengajarkan Aro sesuatu.
A: hmmm.. apa yaa..
B: Lagi mentok ide..
A: Gimana kalau projek berbagi mainan? Jadi biar ngajarin Aro untuk mau berbagi dengan yang lain.
B: Hmmm.. bisa sih, tapi dia mau berbagi kalau sama ndo aja sama Baim dia ga mau.
A: Berarti berbagi mainannya sama ndo aja hahaha
B: yaaahh
A: oohhh gimana kalau projek bikin robot?
B: -_-

Kira-kira begitulah diskusi kami, no conclusion x_x
Sudah berapa hari berlalu dan kami belum memulai projek apa-apa. Jadi saya putuskan untuk memulai projek pertama yaitu "Operasi Semut"
Seperti apa projeknya?
Judul Projek: Operasi Semut
Sasaran:
1. Membersihkan kamar, dan teras rumah.
2. Menanamkan rasa tanggung jawab dan cinta kebersihan.
3. Meluangkan waktu setiap hari minimal 15 menit untuk bersih-bersih.
Alat yang dibutuhkan: Sapu dan pengki
Sumber Daya Manusia
Kapten : Bunda
Pelaksana: Aro
Tim Pembantu: Aa ndo, Aa Ofan,
Tim riweuh: Baim, dan dedong
Tim Hore: Ayah
Waktu pelaksanaan: Rabu pagi, 29 Maret 2017
Deskripsi kegiatan: Akan dilakukan apel pagi dan pembagian tugas sebelum dilaksanakan sweeping di area kamar dan teras rumah.
Demikian perencanaan untuk projek pertama kami. Doakan lancar yaa.. hahahaha...

#Hari ke-2 30 Maret 2017
Maafkaaaann di hari kedua ini belum bisa lanjutin Project nya karena sang bocah sedang tidak kooperatif  mungkin karena belum benar-benar fit. Doakan besok sudah kooperatif lagi yaa bocah nya.

#Hari ke-3 31 Maret 2017
Bismillah.. mari kita mulai lagi family Project nya. Karena family Project nya harian jadi kemungkinan projeknya beda-beda. Hari ini tema projeknya adalah "Berbagi Mainan" sesuai dengan ide ayahnya. Kenapa akhirnya saya mau dengan ide ini? Adalah karena saya ingin mengajarkan konsep berbagi kepada Aro dimulai dengan hal yang paling dia sukai yaitu mainan.
Judul projek: "Berbagi Mainan"
Sasaran: Mengenalkan konsep berbagi
Alat yang dibutuhkan: Mainan
SDM
Target: Aro dan teman-temannya
Tim pemantau: Bunda
Tim Hore seperti biasa: Ayah
Deskripsi kegiatan:
Bermain bersama saudara dan teman-teman dengan membawa mainan masing-masing lalu nanti saling bertukar pinjam mainan.
Pelaksanaan kegiatan: Lagi-lagi Aro hanya mau meminjamkan mainannya pada ndo dan Ghaida. Lainnya dia ga mau. Dan saya tidak memaksa Aro untuk memberikan mainannya. Karena itu juga menjadi pembelajaran untuk Aro, artinya dia mau mempertahankan apa yang memang menjadi miliknya. Tidak berarti Aro tidak mau berbagi, tapi masih perlu pengenalan lebih lanjut tentang konsep berbagi.
Sekian untuk projek hari ini.
See you tomorrow..

#Hari ke-4 1 April 2017
Judul projek: "Mari Membaca"
Sasaran: Menanamkan mjnat baca sejak dinj
Alat yang dibutuhkan: Boardbook
SDM
Target: Aro dan saudaranya
Tim pemantau: Bunda
Tim Hore seperti biasa: Ayah
Deskripsi kegiatan:
Bermain dengan buku.
Pelaksanaan kegiatan: bermain bersama menggunakan Boardbook. Sebelumnya, Aro sudah saya kenalkan pada buku sejak ia masih bayi, menggunakan buku bantal tentunya. Aro cukup excited dengan buku terlebih buku dengan gambar-gambar binatang, atau gambar yang menunjukkan aktifitas sehari-hari. Saudaranya yang masih bayi pun tertarik dengan Boardbook Aro.
Sepertinya Projek selanjutnya bikin kelas mendongeng seru juga!

#Hari ke-5 2 April 2017
Judul projek: Yuk, mendongeng!
Sasaran: Menumbuhkan kepercayaan diri untuk berbicara didepan banyak orang.
Alat yang dibutuhkan: Buku cerita bergambar
Target: Aro dan saudaranya
Pendongeng: Bunda
Deskripsi kegiatan: mendengarkan bunda bercerita
Pelaksanaan kegiatan: 
Saya memang bukan pendongeng, tapi saya terbiasa membacakan aro buku cerita dengan improvisasi saya. Jadi saya mencoba bercerita kepada aro dan keponakan saya yang lain dengan improvisasi dan sesekali saya melemparkan pertanyaan kepada aro dan saudaranya. Jadi kurang lebih mendongeng interaktif.

#Hari ke-6 3 April 2017
Judul projek: Mari berkebun
Sasaran: mengenalkan cara bercocok tanam
Alat yang dibutuhkan: pot, tanah, akar daun bawang haha
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: menanam daun bawang
Pelaksanaan kegiatan: 
Aro belum pernah kotor-kotoran main tanah. Biasanya diadakan main pasir kinetik. Jadi kali ini mengajak Aro untuk bermain tanah. Dan kebetulan ada sisa akar daun bawang jadi sekalian ditanam deh. Harap dimaklumi, dadakan ga ada benih yang bisa ditanam haha. Besok-besok beli benih dulu deh.

#Hari ke-7 4 April 2017
Judul projek: Menggambar dan mewarnai
Sasaran: mengenalkan cara bercocok tanam
Alat yang dibutuhkan: buku gambar dan crayon
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: membuat gambar dan mewarnai
Pelaksanaan kegiatan: membuat gambar sesuai imajinasi dan mewarnainya. Hasilnya gambar abstrak hahaha.. tak apalah nanti lama-lama juga jelas gambar apa hihi..

#Hari ke-8 5 April 2017
Judul projek: Mengaji Bersama
Sasaran: Pengenalan Al-Quran sejak dini
Alat yang dibutuhkan: Al-Quran dan Iqro
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: belajar bersama
Pelaksanaan kegiatan: Belajar mengaji bersama dimulai dari mendengarkan bunda mengaji, lalu mendengarkan saudaranya belajar iqro

#Hari ke-9 6 April 2017
Judul projek: Membuat tempat mainan dari Dus Bekas
Sasaran: Berkreasi dengan barang bekas 
Alat yang dibutuhkan: Dus bekas ultra mimi
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: Berawal dari dus ultra mimi yang tidak terpakai, daripada dibuang mending dipakai bikin tempat mainan. Tinggal gunting-gunting, lem, dan dilapisi kertas supaya engga keliatan bekas dus nya.

#Hari ke-10 7 April 2017
Judul proyek: Mempersiapkan kegiatan untuk bulan ramadhan
Sasaran: Menyusun kegiatan yang akan dilakukan untuk Aro
Alat yang dibutuhkan: Karton dan alat tulis
Deskripsi kegiatan: untuk projek kali ini bukan projek satu hari, tapi perlu beberapa hari untuk menyusun agenda kegiatan selama Ramadhan. Tahap persiapan memang Aro tidak berperan banyak karena saya yang Menyusun agenda kegiatan nya. Tapi dia lumayan cukup ngerecokin hahaha..
Jadi untuk projek ini masih akan berlanjut sampai beberapa hari kedepan dan pelaksanaan nya sendiri pada bulan Ramadhan.

#TantanganHari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Tuesday, March 21, 2017

Masih Bolehkah Bermimpi?


Berawal dari baca buku Ephemera-nya Ahimsa Azaleav yang judulnya "Mimpi Kita" saya jadi teringat kembali pada mimpi-mimpi saya dahulu sebelum saya menikah. Karena saya termasuk orang yang pemimpi banget, jadilah list mimpi saya panjaaangg saking panjangnya engga bangun-bangun karena kelamaan mimpi hahaha...

Banyak sekali hal yang sebenarnya ingin saya lakukan sebelum saya memutuskan untuk menikah. Juga banyak tempat yang belum saya kunjungi untuk bisa saya ceritakan ke anak-anak saya nanti.

Awal menikah saya merasa masih bisa mewujudkan semua mimpi-mimpi saya itu tanpa harus berbenturan dengan hal lain seputar rumah tangga. Namun perlahan-lahan saya merasa mimpi-mimpi saya itu mulai tertinggal dibelakang, belum tersentuh sedikitpun oleh saya untuk direalisasikan.

Lalu lahirlah anak saya. Aktivitas saya sehari-hari mulai disibukkan dengan kegiatan rumah tangga dan mengurus anak.

Seakan terlupa, mimpi saya yang dulu sempat saya susun saya simpan sementara sampai hilang entah kemana. *lebaymodeON

Saya pernah berpikir, apakah setiap perempuan yang notabene seorang istri sekaligus seorang ibu tidak bisa meraih mimpi yang diidamkan nya dulu? *iniagaklebayjugasih

Tapi bener, coba tanya hal ini ke para ibu pasti mereka juga pernah bertanya hal ini pada diri mereka sendiri atau orang lain.

Saya tidak menyalahkan kesibukan saya dengan mengurus anak dan rumah tangga yang walaupun repot tapi saya senang melakukannya. Tapi apakah bisa kedua hal ini berjalan berbarengan?

Saya tertegun ketika membaca postingan tentang seorang Ibu 12 anak yang meraih predikat cumlaude. Mempunyai 12 anak tidak berarti menghentikan nya dari meraih apa yang dicita-citakan nya. Saluuuuuttt bangeett..

Kita perlu tau cerita-cerita perjuangan seperti ini, untuk membuka mata kita dan menginspirasi supaya kita tidak putus asa untuk tetap meraih apa yang kita mimpikan tanpa perlu takut dengan segala keterbatasan kondisi. 

Akan sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa ya?

Yuk, bermimpi lagi tapi jangan lupa untuk bangun dan mewujudkan nya ya! 





Saturday, March 18, 2017

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Anak

Materi kedua kelas Bunda Sayang, "Melatih Kemandirian Anak"

Tantangan kedua ini mengharuskan saya untuk menumbuhkan sikap kemandirian Aro dengan membuat list kemampuan Kemandirian selama 10 hari.

Melatih kemampuan kemandirian Aro membuat saya kembali berkaca, apakah saya cukup mandiri sebagai orang tua dan bisa memberikan contoh yang baik untuk Aro?
Pertanyaan itu yang pertama kali muncul ketika saya memulai tantangan ini.
Awalnya saya merasa tidak yakin dengan jawaban akan pertanyaan itu, saya merasa kurang percaya diri. Tapi akhirnya saya singkirkan jauh-jauh pikiran itu, dengan tetap mengambil sisi positif nya. Untuk menjadi contoh yang baik untuk Aro, saya tidak boleh berhenti memperbaiki kualitas diri saya sebagai orangtua.

Kembali ke tantangan melatih kemampuan kemandirian untuk Aro.

Saya tidak menargetkan Aro harus lulus dengan sempurna untuk setiap skill yang saya terapkan. Karena poin yang penting menurut saya di tantangan kali ini adalah, membersamai setiap prosesnya terlebih memberikan kepercayaan kepada Aro bahwa saya percaya dia bisa melewati setiap prosesnya.

Di tantangan ini kami saling membangun kepercayaan satu sama lain. Tidak peduli dengan hasilnya, yang saya apresiasi adalah kemamuan Aro untuk mencoba walaupun dia gagal melakukannya beberapa kali tapi itu tidak membuat dia berhenti untuk mencoba sampai akhirnya dia bisa melakukannya.

Sangat terlihat sekali ekspresi senang Aro ketika dia berhasil melakukan sesuatu hal dengan benar. Tawa khas nya memberi kebahagiaan tersendiri untuk saya.

Walaupun tantangan ini tidak mudah karena sangat menuntut konsistensi, motivasi, dan keteladanan saya melatih Aro tapi saya yakin suatu saat nanti Aro akan menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.

Karena dengan melatih Kemandirian Aro sejak kecil, saya berharap kelak ia bisa berguna untuk orang banyak.

Sunday, March 12, 2017

Ruang Sendiri

Siapa yang abis baca judulnya langsung nyanyi lagunya Tulus?? Siapaaa hayooo??? Hihihi..
Iya sih saya penggemar lagu-lagu nya Tulus 😂
Tapi yang ingin saya ceritakan kali ini adalah ruang sendiri dengan diri sendiri.

Pernah ngga ngerasain suatu saat yang rasanya koq gitu-gitu aja ya.. berasa flat aja semua, monoton. Merasa terjebak dengan rutinitas sehari-hari yang rasanya koq berputar di situ-situ aja.

Saya pernah.

Bukan kehilangan semangat, semangat tetep ada tapi biasa aja. Rasa-rasanya koq ada yang salah tapi entah apa.

Pernah kan ngalamin hal seperti itu? Saya yakin semua orang pernah.

Apa yang akan kamu lakukan?

Disaat seperti itulah saya membutuhkan ruang sendiri untuk diri saya. Tidak mau diganggu sama sekali oleh apapun dan siapapun. WAG yang isinya kulwap dengan topik yang menarik aja saya acuhkan 😆

Meluangkan waktu sendiri untuk diri sendiri itu perlu. Mengistirahatkan badan dan pikiran sejenak dan menikmati waktu bersama secangkir Allure greentea *iklan 🤣

Setelah itu coba review kembali rutinitas kebelakang then out from comfort zone yang membuat saya enggan untuk melihat dunia luar dengan berbagai dinamika nya. Padahal bisa jadi dinamika itu membawa perubahan yang lebih baik untuk saya.

Susun kembali dan benahi segala sesuatunya. Tambahkan beberapa challenge untuk diri sendiri supaya bisa lebih terpacu untuk melakukan setiap aktifitas.

Lalu hadapi lagi hari esok dengan energi yang baru!

Dunia itu berubah setiap harinya, dan kita juga harus siap dengan segala perubahan itu. Jangan menjadi manusia biasa dengan aktifitas yang juga biasa-biasa saja.

Keep fight!