Thursday, April 20, 2017

Tantangan 10 Hari "Gaya Belajar Anak"

Bismillahirrahmanirrahim​...

Memasuki materi ke-4 tentang gaya belajar anak. Jujur, untuk saya sendiri masih ragu apa gaya belajar saya. Dulu saya merasa saya adalah tipe visual karena lebih mudah menghapal sesuatu dengan menggunakan gambar atau bagan yang berwarna-warni. Tapi semakin kesini ketika membaca buku, saya lebih suka membaca nya dengan bersuara. Itu berarti saya tipe audio kan? Jadi kemungkinan besar gaya belajar saya adalah audio visual.

Dan di tantangan ke-4 ini saya harus mengamati gaya belajar anak saya. Tebakan saya di awal gaya belajar Aro adalah visual. Bener ngga ya?? Saya akan coba mengamati lebih seksama selama 10 hari kedepan.

#Hari ke-1, 20 April 2017

Kegiatan Aro yang saya amati di hari ini adalah ketika kami sedang melakukan ritual sebelum tidur, yaitu menonton film kesukaan Aro. Dan film yang dipilih dia kali ini adalah film "Good Dinosaur". Dia akan asyik ( baca: anteng) ketika menonton. Lalu sewaktu adegan Arlo ( si Dino nya) dan spot meniup tanah yang keluar entah tikus tanah atau apa. Aro langsung berseru menunjuk binatang yang keluar dari tanah. Lalu saya bilang itu tikus tanah ya, hidup nya dibawah tanah. Dia tiba-tiba teringat salah satu buku ceritanya yang berisi hewan-hewan yang didalamnya ada tikus tanah.

"Iya" saya bilang, itu sama yaa sama yang di buku cerita Aro. Lalu dia jawab, "Iya" sambil mengambil buku cerita lain dan meminta saya membacakannya. Dan film Dino pun diabaikan hahaha..

Dari situ saya melihat, dia teringat sesuatu ketika melihat suatu gambar. Dan perhatian nya gampang teralihkan oleh hal lain, ketika dia teringat sesuatu hal.

Apakah ini salah satu ciri gaya belajar visual?

#Hari ke-2, 21 April 2017

Kemarin saya berpikir kalau aro tipe pembelajar visual. Lalu saya teringat ketika dia meminta saya membacakan buku cerita Thomas (lagi).
Dia meminta saya membacakan buku ceritanya.

Dari materi yang saya baca, tipe auditori salah satu ciri nya adalah lebih suka meminta dibacakan dari pada membaca sendiri. Tapi kan Aro belum bisa baca ya.. hehe..

Masih sedikit bingung membedakan nya.

#Hari ke-3, 22 April 2017

Hari ini kami berangkat ke Jakarta, jadi belum ada yang bisa saya amati dari Aro. Tapi sepanjang jalan dia senang sekali ketika melihat truk-truk besar dan mobil-mobil pengeruk. Lalu akan berseru girang memanggilnya dan menghitungnya.

Tidak banyak yang bisa saya amati hari ini. 🙈

#Hari ke-4, 23 April 2017

Minggu ini kami pergi ke Taman Legenda, karena Aro sangat suka dengan dinosaurus. Saya pikir dia akan suka kalau saya ajak dia melihat dinosaurus.

Ternyata....

Dia takut! 🙈

Sepanjang jalan ketika lihat Dino minta digendong, kebayang kan gendong bocah 14kg 🙈

Setelah itu dia bermain pasir. Saya mencoba membiarkan dia bermain sendiri tanpa saya temani. Awalnya rewel, tapi lama-lama dia mau main sendiri.

Dan setelah selesai bermain pasir malah dia yang mengajak melihat Dino lagi.

Kali ini dia mau lihat Dino tanpa di gendong. Ah, akhirnya dia berani juga. Tapi ketika melewati suara berisik dari Dino nya dia tutup telinga. Mungkin dia masih takut dengan suara-suara aneh dari Dino nya.

Kesimpulan hari ini, dia adalah tipe anak yang harus mengamati terlebih dahulu sesuatu.

Eh, tapi termasuk visual, auditori atau kinestetik ya? 😂

#Hari ke-5, 24 April 2017

Amati amati amati. Sampai hari ini masih bingung dengan tipe gaya belajar Aro. Atau mungkin karena masih anak-anak jadi lebih sudah dan berubah-berubah ya.

Hari ini dia aktif sekali, dia bermain kesana kemari. Saya agak susah mau mencoba belajar sesuatu ke Aro, karena fokus dia cuma sebentar dan mudah teralihkan oleh hal lain. Kecuali ketika dia bermain dengan mainan kereta nya, itu bisa anteng.

#Hari ke-6, 25 April 2017

Oke hari ini kami bermain "Tiru gerakan bunda"
Saya mencontohkan beberapa gerakan tarian sambil bernyanyi. Berharap dia bisa menirukan gerakan saya, tapi ternyata malah diketawain.

Bahahahhaa..

Permainan "Failed"

#Hari ke-7, 26 April 2017

Karena malah makin bingung bagaimana mencari tau tipe gaya belajar aro, saya baca kisi-kisi nya di buku Bunda Sayang. Disitu dijelaskan salah satu nya bisa diamati melalui ekspresi mata ketika sedang berpikir atau berbicara.

Lalu saya ajak Aro berbicara tatap muka dengan saya, ternyata dia sering menggerakkan mata nya ke atas kalau berpikir sesuatu. Menurut buku, itu salah satu ciri tipe gaya visual.

#Hari ke-8, 27 April 2017

Bertambah lagi ciri visualnya, tapi saya masih penasaran kalau aro juga kinestetik. Karena Aro senang bergerak kesana kemari dan selalu ingin langsung menyusun mainan mega blocks nya tanpa melihat contoh cara menyusunnya.

#Hari ke-9, 28 April 2017

Singing singing all day long. Akhir-akhir ini Aro lagi seneng nyanyi. Sering juga nyuruh saya untuk nyanyi dan harus sambil tepuk tangan. Dia akan lebih cepat hapal kosa kata dengan bernyanyi dari pada kosa kata yang sengaja saya ajarkan langsung.

#Hari ke-10, 29 April 2017

Day 10...

Boleh pencet tombol bantuan ngga? Hahahaha
Sampai saat ini masih belum yakin dengan hasil pengamatan saya tentang tipe gaya belajar Aro.

Jadilah saya bertanya ke Ayahnya. Bukan nya tanya dari kemarin-kemarin yak! Hahaha..

Dan menurut ayahnya, Aro lebih termasuk ke visual auditori. Jadi dominan dua gaya itu.

Saya juga berpikir begitu, Aro tipe visual auditori. Kenapa? Karena dia lebih mudah saya ajarkan sesuatu dengan gambar, tapi juga dengan penjelasan langsung dengan intonasi yang menyenangkan.

Demikian 10 hari pengamatan ini, ada kemungkinan bisa berubah lagi karena katanya tipe gaya belajar bisa berubah dipengaruhi oleh beberapa faktor.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Sunday, April 16, 2017

Outbound Perdana Aro

Hari Sabtu kemarin RB playdate IIP Bandung mengadakan acara outbound di edukidzment Bikasoga. Awalnya ragu karena Aro belum pernah  ikut acara outbound sebelumnya, tapi akhirnya ikut juga karena kebetulan weekend ini tidak ada aktifitas lain.

Deg-degan sih, kira-kira Aro berani ngga yaa nyobain semua wahana nya, kira-kira mau ngga yaa dia berbaur sama teman lain yang baru pertama ketemu.

Dan ternyata...

Seperti biasa, ketika berada di suatu lingkungan baru dia hanya akan diam mengamati sekitar. Tipe pemerhati kayanya nih Aro. Mulai agak bete pas diajak ngumpul dengan anak lain. Dia engga mau dengerin kakak fasilitator dan engga mau ngumpul bareng anak lain. Belum mungkin ya.

Tapi Alhamdulillah beberapa lama kemudian akhirnya dia mau mencoba beberapa wahana, walaupun sempet nangis ketika ada anak-anak yang lebih besar menyerobot -_-

Yang saya perhatikan dari Aro adalah dia agak sulit untuk langsung mencoba hal baru. Mungkin ngumpulin dulu keberanian kali ya hihihi..
Aro juga tipe yang pemalu *kayabundanya

Setelah mengikuti acara outbound ini banyak sekali hal positif yang saya dapat diantaranya:

1. Melatih motorik anak
2. Melatih kemandirian anak
3. Meningkatkan rasa percaya diri anak
4. Melatih anak untuk bersosialisasi dengan yang lain
5. Meningkatkan bonding dengan orangtua *jika orang tua ikut
6. Melatih toleransi dengan temannya

Kurang lebih seperti itu.

Yang harus digarisbawahi adalah selalu ingat tiap anak itu unik. Begitupun dengan pola pikir dan cara dia bereaksi terhadap sesuatu atau lingkungan baru. Yang harus kita lakukan adalah mengenalkan berbagai macam aktifitas atau kegiatan untuk anak dan mendampingi nya.

Selamat membersamai anak yaa moms!

Tentang Menerima Kehendak-Nya

Pernah berada di situasi yang dirasa benar-benar diluar jangkauan? Atau ketika sudah berjuang dan berusaha sekuat tenaga namun tak juga teraih tangan?

Apa yang dirasakan? Marah? Kesal? Kecewa? Tidak terima? Atau bahkan semuanya?

Lalu apa yang akan dilakukan? Tetap berusaha atau menyerah?

Sebenarnya yang dibutuhkan adalah dua hal, doa dan ikhtiar. Ya, dua hal itulah yang kita butuhkan ketika hendak meminta sesuatu. Namun, yang seringkali dilupakan adalah ketika dua hal tersebut merasa telah kita penuhi dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan apa yang kita inginkan ternyata Allah berkehendak lain.

Apakah bisa ikhlas menerima ketetapan-Nya?

Kecewa?

Saya yakin sekali tiap orang pernah mengalami hal ini. Dan bisa jadi reaksi setiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa menerima dengan lapang segala ketetapan-Nya. Ada juga yang keukeuh sumekeuh memperjuangkan yang diinginkan.

Termasuk yang mana?

Tulisan ini hanya sebuah perenungan untuk tiap-tiap ambisi yang ada didalam diri.

Pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu untuk dicari jawabannya, karena sejatinya jawaban tersebut sudah ada didalam diri masing-masing.

"Mengikhlaskan berarti menerima segala ketetapan dengan penuh kesadaran"

Saturday, April 15, 2017

Aliran Rasa My Family My Team

Assalamualaikum...

Tantangan 10 hari family project sudah berlalu, namun ada projek yang masih berlanjut yaitu projek mempersiapkan Ramadhan untuk Aro.
Sebenarnya hari ini letih sekali setelah seharian tadi mengejar-ngejar bocah kesana-kemari di acara outbound. Tapi kemudian teringat saat membuka WhatsApp ada tugas yang belum diselesaikan.

Setelah membaca review yang di share oleh fasilitator mengenai tantangan kali ini saya langsung tersadar bahwa saat ini saya termasuk tipe campers, mengumpulkan tugas hanya untuk menggugurkan kewajiban. Ditambah saya telat memulai start karena bocah yang sedang sakit sehingga waktu untuk menyusun projek menjadi berkurang *alibimodeon. Jadinya saya hanya mengerjakan poin-poin tertentu saja tanpa menyempurnakan nya *jangan ditiru

Suka duka nya di tantangan my family my team adalah karena Aro yang sedang tidak fit jadi kurang kooperatif. Positifnya adalah dengan projek-projek simpel yang kami kerjakan semakin menambah bonding diantara kami, dan meningkatkan kekompakan.

Semoga bisa lebih baik di tantangan berikutnya. Dan naik ke tipe climbers.

Satu kutipan yang sangat jleb untuk saya di review materi ini adalah "for things to change, I must change first"

#AliranRasa
#BundaSayang
#IIP
#MyFamilyMyTeam

Sunday, April 09, 2017

Persiapan Menyambut Ramadhan

Maleeemm bloggers,

Engga kerasa ya sebentar lagi udah mau masuk bulan ramadhan. Udah persiapan apa aja nih? Emang perlu ya persiapan menyambut Ramadhan? Tentu perlu dong! Kenapa? Karena...

1. Bulan Ramadhan Bulan penuh ampunan
Udah pada tau kaan, kalau di bulan ramadhan ini Allah membuka lebar pintu ampunan nya. Yang ngerasa banyak dosa yuk jangan lewatkan bulan penuh ampunan ini.

2. Digandakan nya pahala
Tak hanya dibukakan pintu ampunan, tapi juga dilipatgandakan nya pahala kita. Harusnya lebih semangat beribadah ya di bulan ini.

3. Malam Lailatul Qadar
Yang ini juga pasti udah pada tau kan, kalau di bulan ramadhan ini ada satu malam yang sangat spesial. Barang siapa mendapatkan nya, sungguh beruntung sekali orang itu.

Mau kan jadi orang yang beruntung itu?

Yuk, persiapkan Ramadhanmu dari sekarang!

Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Untuk perempuan, cek lagi apakah masih ada hutang shaum Ramadhan sebelumnya? Kalau ada cepat segera dibayar. Kalau yang sudah, tak ada salahnya menjalankan shaum sunah Senin-Kamis untuk melatih tubuh sebelum Ramadhan.

2. Buat agenda apa saja yang akan dilakukan selama Ramadhan. Misalnya, rencana kegiatan sosial dipanti asuhan.

3. Target tilawah quran

4. List buku apa saja yang akan dibaca dan dipelajari selama Ramadhan.

5. Membuat ceklis ibadah Sunnah.

Terakhir, pikirkan satu hal untuk membuat Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang luar biasa dari tahun sebelumnya.

Siap berlomba-lomba untuk kebaikan?

When He Calls Me Bunda

Hai haii bloggers..

Mau curcol sedikit ya tentang anak, bisa dibilang aliran rasa kebahagiaan. Hehehe..

Alvaro, bocah yang udah naik tingkat dari toddler ke preschooler ini semakin hari semakin banyak saja tingkahnya. Walaupun seringkali membuat saya harus menarik nafas dalam-dalam dan menahan nada suara ketika saya terpancing emosi, tapi dia juga selalu bisa membuat saya tertawa setelahnya. Dari bocah kecil ini saya belajar banyak hal.

Tepat tiga hari yang lalu dia berulang tahun yang ke-3. Yeaayy he's turning three. Welcome to the amazing three. Akan banyak petualangan baru yang akan kita lalui, Aro! We should have ready for that.

Dan inilah yang dia berikan untuk saya, dia bisa memanggil saya Bunda! Can you imagine that? He calls me Bunda, i was surprised till i wanna cry! *Agak hiperbola sih ini hehe.. tapi beneran, saya sangat sangat bahagia karena Aro udah bisa manggil saya Bunda. Terharu. Hiks.

Ini adalah waktu yang saya tunggu-tunggu. Akhirnya saya merasa menjadi seorang ibu seutuhnya hahaha. Ya iya coba masa udah jadi ibu tapi belum dipanggil ibu sama anak. Gimana engga baper.

Alhamdulillah, ya Allah.. Engkau mempercayakanku untuk menjadi seorang Ibu dengan memberikan amanah yang luar biasa.

Sebelumnya saya tidak pernah berekspektasi atau menentukan target untuk perkembangan bicara Aro, karena sempat ada dugaan Aro termasuk anak yang mengalami delayed speech.

Saya selalu berkhusnudzan sama Allah, anak saya pasti bisa, suatu saat dia pasti seperti anak-anak lain yang sudah lancar bicaranya. Saya tidak mau menjudge dia delayed speech, karena setiap anak itu unik. Yang harus saya lakukan adalah berdoa, dan membantu dia dengan terus menstimulasi perkembangannya.

Jangan pernah lelah untuk berdoa, saya selalu percaya bahwa doa bisa menjadi jalan berubahnya takdir. Tentu saja dibarengi dengan ikhtiar.

Alhamdulillah, ya Rabb. Atas segala karunia yang Engkau berikan kepada hamba.

Dengan penuh rasa syukur.

Bandung, 9 April 2017

Sunday, April 02, 2017

Me Time ala LDM Mommy


Apa yang terlintas ketika mendengar kata Me Time? Me berarti saya dan time berarti waktu. Jadi, Me Time kurang lebih waktu untuk diri sendiri, begitu ya? Untuk saya Me Time berarti waktu dimana saya bisa bersenang-senang untuk hal yang saya sukai tanpa diganggu oleh apapun dan siapapun.

Untuk seorang istri sekaligus seorang Ibu mungkin ini terdengar cukup egois. Bagaimana bisa seorang istri yang notabene juga seorang ibu menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri tanpa diganggu oleh anak ataupun suami? Hanya para Ibu sendiri yang tahu persis apa jawabannya. Untuk yang masih single mungkin akan berpikir seperti itu, dan itu wajar karena mereka belum merasakan bagaimana suka duka menjadi seorang ibu.