Sunday, April 02, 2017

Me Time ala LDM Mommy


Apa yang terlintas ketika mendengar kata Me Time? Me berarti saya dan time berarti waktu. Jadi, Me Time kurang lebih waktu untuk diri sendiri, begitu ya? Untuk saya Me Time berarti waktu dimana saya bisa bersenang-senang untuk hal yang saya sukai tanpa diganggu oleh apapun dan siapapun.

Untuk seorang istri sekaligus seorang Ibu mungkin ini terdengar cukup egois. Bagaimana bisa seorang istri yang notabene juga seorang ibu menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri tanpa diganggu oleh anak ataupun suami? Hanya para Ibu sendiri yang tahu persis apa jawabannya. Untuk yang masih single mungkin akan berpikir seperti itu, dan itu wajar karena mereka belum merasakan bagaimana suka duka menjadi seorang ibu.

Ketika kita memutuskan untuk menikah, maka sebenarnya kita harus sudah siap dengan semua konsekuensi yang akan kita hadapi. Termasuk ketika waktu kita harus direnggut oleh anak dan suami. Rutinitas harian, pekerjaan domestik atau bahkan untuk Ibu yang bekerja di ranah publik yang mau tidak mau harus menyiapkan tenaga ekstra dan mood yang selalu terjaga.

Lelah?
Sudah pasti.

Tapi itu tidak berarti kita harus berkeluh kesah, terlebih untuk yang harus menjalani hubungan jarak jauh dengan suami atau lebih dikenal dengan sebutan Long Distance Marriage seperti saya. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi telekomunikasi sudah semakin canggih, seharusnya komunikasi tidak menjadi hambatan untuk kami. Tapi tetap saja, kehadiran dan kebersamaan keluarga tidak bisa digantikan hanya dengan video call.

Lalu apa yang saya lakukan supaya saya tidak berkeluh kesah dengan semua rutinitas saya sebagai ibu rumah tangga yang jauh dari suami?

Saya harus bisa menyeimbangkan antara kewajiban saya sebagai seorang ibu dan juga pemenuhan kebutuhan psikologis saya karena dua hal itu menurut saya sangat berkaitan. Saya dengan karakter yang setengah sanguinis dan setengah melankolis seringkali moody ketika melakukan banyak hal. Detik ini ceria, lalu kemudian di waktu berikutnya mood saya bisa berubah seketika.

Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan antara kewajiban sebagai seorang ibu dan juga pemenuhan akan kebutuhan psikologis, saya harus menjaga diri saya sendiri agar tetap “waras”

Apa saja yang biasa saya lakukan ketika Me Time?
1.      Membaca
Saya memilih membaca karena membaca membuat saya nyaman. Dengan membaca juga saya bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Me time yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bukan?
2.      Menulis
Menurut penelitian, kebetuhan pemenuhan kata pada wanita bisa mencapai 20.000 kata per hari hampir tiga kali lebih banyak dari pria. Jika kebutuhan ini tidak tersalurkan itu bisa berdampak negatif terhadap psikologisnya. Saya memilih untuk menyalurkannya lewat menulis. Ketika menulis, saya merasa benar-benar menjadi diri saya. Saya bisa menuliskan ide-ide, gagasan, dan hal-hal yang tidak bisa saya sampaikan secara lisan. Ada sebuah kutipan yang sangat saya suka “Ikatlah Ilmu dengan Amal dan Tulisan” Semoga dengan menulis saya bisa berbagi banyak hal positif.

Dua hal tersebut memang umum dilakukan oleh banyak orang sebagai aktifitas untuk mengisi waktu senggang. Tapi untuk saya, dua hal itu sudah menjadi kebutuhan penting. Jadi sebisa mungkin saya akan menyempatkan waktu untuk dua hal tersebut.

Bagaimanapun cara Me Time kita, entah itu dengan menulis, membaca, memasak, jalan-jalan atau bahkan dengan tidak melakukan apapun sama sekali yang paling penting adalah kebutuhan psikologis kita terpenuhi. Dimana kita merasa selalu menjadi bersemangat setelahnya.

Inilah cara saya menghabiskan waktu untuk diri saya sendiri, bukan untuk berleha-leha tapi sebagai salah satu bentuk ikhtiar saya untuk tetap menjaga kualitas diri sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.

Karena hanya seorang istri dan ibu yang bahagia yang bisa membuat keluarganya bahagia.
Selamat memberikan yang terbaik bagi keluarga, untuk seluruh Ibu di dunia, semoga lelahmu lillah dan beroleh berkah.


***

3 comments:

  1. Simple.
    Keren teh Anisa.

    Dan suka sekali sama kalimat penutupnya.

    "Semoga lelahmu lillah dan beroleh berkah."

    Aamiin.
    In syaa allah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita berdua termasuk yang beroleh berkah tersebut ya mbak len, amiin..

      terimakasiihh sudah mampir 😘

      Delete