Sunday, April 16, 2017

Tentang Menerima Kehendak-Nya

Pernah berada di situasi yang dirasa benar-benar diluar jangkauan? Atau ketika sudah berjuang dan berusaha sekuat tenaga namun tak juga teraih tangan?

Apa yang dirasakan? Marah? Kesal? Kecewa? Tidak terima? Atau bahkan semuanya?

Lalu apa yang akan dilakukan? Tetap berusaha atau menyerah?

Sebenarnya yang dibutuhkan adalah dua hal, doa dan ikhtiar. Ya, dua hal itulah yang kita butuhkan ketika hendak meminta sesuatu. Namun, yang seringkali dilupakan adalah ketika dua hal tersebut merasa telah kita penuhi dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan apa yang kita inginkan ternyata Allah berkehendak lain.

Apakah bisa ikhlas menerima ketetapan-Nya?

Kecewa?

Saya yakin sekali tiap orang pernah mengalami hal ini. Dan bisa jadi reaksi setiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa menerima dengan lapang segala ketetapan-Nya. Ada juga yang keukeuh sumekeuh memperjuangkan yang diinginkan.

Termasuk yang mana?

Tulisan ini hanya sebuah perenungan untuk tiap-tiap ambisi yang ada didalam diri.

Pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu untuk dicari jawabannya, karena sejatinya jawaban tersebut sudah ada didalam diri masing-masing.

"Mengikhlaskan berarti menerima segala ketetapan dengan penuh kesadaran"

No comments:

Post a Comment