Thursday, February 23, 2017

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian


Bismillahirohmanirrohim..

Memasuki materi kedua di kelas Bunda Sayang, "Melatih Kemandirian Anak"

Semangat banget ketika menerima materi ini, karena kebetulan saat ini saya sedang melatih Aro beberapa latihan kemandirian. Saya ingin Aro menjadi anak yang mandiri, dan bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi kewajiban dia. Sehingga jika dia sudah dewasa kelak, tidak akan menyusahkan orang lain karena sudah dilatih untuk mandiri sejak dini.

Dari materi disampaikan bahwa kemandirian anak berkaitan erat dengan jiwa mereka, dengan rasa percaya diri mereka kelak. Dan kemandirian adalah salah satu jiwa yang dimiliki oleh seorang entrepreneur.

"Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain" ( Materi ke-2 kuliah Bunda Sayang )
Lagi-lagi doa seorang ibu untuk anaknya, semoga Aro memiliki jiwa ini sehingga ia bisa menjadi pemimpin yang baik untuk dirinya sendiri dan keluarganya kelak.

Dan challenge kali ini adalah "Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian" dimana saya harus membuat list kemampuan kemandirian yang akan diterapkan untuk anak (Alvaro 2y10m).

Saturday, February 18, 2017

After Challenge 1

Engga nyangka di tantangan ke-1 kemarin bakalan dapet badge juga soalnya ngerjain nya engga rutin tiap hari. Jadinya excited banget pas di WhatsApp sama fasil ngasih badge cantik sebagai apresiasi sudah mengerjakan tantangan pertama ini selama 10 hari. Thank you so much buat fasil kelas bunda sayang Bandung-1 😘

Kalau sekarang diminta menuliskan aliran rasa selama tantangan kemarin gimana yaa.. Jujur tantangan ini berat untuk saya, karena saya tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain termasuk pasangan. Terkadang saya kesulitan untuk menyampaikan apa yang saya maksud atau yang saya inginkan sehingga berujung missed communication. Terlebih komunikasi dengan orang tua yang selalu membuat saya galau karena selalu bingung mencari cara penyampaian kata dengan baik.

Namun karena tantangan ini mau tidak mau harus saya jalani, sedikit banyak mendorong saya untuk berusaha lebih berpikir jernih ketika berkomunikasi dengan orang lain entah itu anak, pasangan, atau keluarga. Membuat saya mengesampingkan ego saya. Membuat saya lebih bisa menempatkan diri saya di posisi lawan bicara saya sehingga saya bisa mengerti bagaimana sebaiknya saya menyampaikan maksud saya tanpa melukai hati orang lain dan bahkan orang lain bisa lebih mudah menangkap apa yang saya sampaikan.

Challenge ini memang hanya 10 hari, tapi berdampak besar untuk saya. Semoga komunikasi saya dengan anak, pasangan, dan keluarga bisa lebih baik lagi kedepannya.

Amiin..

Friday, February 17, 2017

Writer's Block

Waktu menunjukkan pukul 12.40 a.m saat saya menulis postingan ini. Sudah lebih dari satu Minggu pikiran saya buntu. Tidak bisa menulis sama sekali. Sebenarnya banyak yang ingin saya tulis tapi tak satu kata pun yang berhasil saya tuangkan. Disatu sisi saya bingung apa yang akan saya tulis terlebih dahulu padahal saya ingin berbagi banyak hal. Sementara disisi lain saya tiba-tiba takut. Saya takut menulis sesuatu yang sebenarnya bukan saya. Pencitraan. Saya takut di cap sok tahu, sok pintar ketika ada teman yang membaca tulisan saya. Padahal kan ngga ada yang nyeletuk "ih nisa sok tahu banget ya!". Gak ada sama sekali.

Ah ada apa dengan saya?!?!?!

Writer's block kah saya???

Entahlah.

Sebelumnya saya juga pernah mengalami kehilangan mood untuk menulis. Tapi tidak seperti sekarang ini.

Saya mencoba berpikir setelah ada yang mem-booster semangat saya untuk kembali menulis.

"Coba luruskan kembali niat"

Saya bertanya pada diri sendiri, untuk apa saya menulis?

Entahlah.

Untuk apa ya saya menulis?

Yang saya tahu, ketika saya ingin menyampaikan sesuatu yang saya sulit untuk mengungkapkan nya secara lisan maka tulisan menjadi penyelamat saya.

Yang saya tahu, saya merasa nyaman menyampaikan sesuatu lewat tulisan. Mungkin karena saya termasuk orang yang cukup introvert.

Yang saya tahu, saya senang berbagi, menyemangati orang lain lewat apa yang saya tulis.

Lalu apa yang salah dengan saya?

...........................................

Tidak ada.

Mungkin saya hanya perlu me-refresh kembali pikiran dan badan saya.

Semoga saya bisa segera menulis kembali.

Hey, bukankah saat ini saya sedang menulis?

Hahahaha...

Ternyata solusi menghadapi situasi seperti ini adalah...

Tulis saja semua yang ingin kamu tulis. Perasaan dan pikiran yang terlintas. Biarkan semua mengalir dengan sendirinya.

Selamat menemukan kembali semangat untuk menulis!

"Tetap luruskan kembali niat"

Good night!

Sunday, February 05, 2017

Pacu Pertumbuhan Tinggi Badan Anak



Ini kali pertama saya mengikuti acara share with Lim yang diadakan oleh RSIA Limijati. Bincang seru kali ini adalah tentang "Pacu Pertumbuhan Tinggi Badan Anak" bersama Novina dr.Sp.A,M.Kes dan Abdullah Firmansyah Dr.Sp.GK,M.Kes


Apakah tinggi badan anakku normal?

Friday, February 03, 2017

6 Cara Menutrisi Jiwa atau Hati Kita


Assalamualaikum...

Jum'at Mubarak...

Setiap hari kita makan dan minum, memenuhi kebutuhan nutrisi raga kita setiap hari. Kita begitu takut kalau-kalau nanti tubuh kita sakit. Aktifitas kita terganggu atau bahkan tidak bisa beraktifitas sama sekali. Apalagi melihat penyakit jaman sekarang banyak sekali yang sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup. Kita sibuk memfilter makanan apa yang masuk kedalam tubuh namun kita lupa bahwa bukan hanya raga kita yang memerlukan asupan nutrisi tapi jiwa kita juga memerlukannya. Jiwa kita hati kita juga memerlukan nutrisi. Dan kita juga harus memenuhi haknya dengan memberi asupan ruhani untuk jiwa kita.