Sunday, February 05, 2017

Pacu Pertumbuhan Tinggi Badan Anak



Ini kali pertama saya mengikuti acara share with Lim yang diadakan oleh RSIA Limijati. Bincang seru kali ini adalah tentang "Pacu Pertumbuhan Tinggi Badan Anak" bersama Novina dr.Sp.A,M.Kes dan Abdullah Firmansyah Dr.Sp.GK,M.Kes


Apakah tinggi badan anakku normal?


Secara garis besar karakteristik tumbuh kembang yaitu:
1. Tumbuh, bertambahnya  dengan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala.
2. Kembang, meningkatnya kemampuan kognitif.

Banyak sekali orang tua yang mencemaskan pertumbuhan anak terutama tinggi badan anak. Karena hal ini bisa membuat anak menjadi kurang percaya diri di masa mendatang. Beberapa profesi pun menuntut tinggi badan tertentu sebagai syarat kualifikasi. Bahkann permasalahan tinggi badan anak bisa menjadi bahan bullying.

Faktor Pertumbuhan Linear/tinggi badan/panjang tulang dipengaruhi oleh:
1. Genetik
2. Lingkungan
3. Hormonal (hormon pertumbuhan, tiroid, sex, insulin dan adrenal)

What does child need to grow?

  • Food
  • Hormon
  • Good genes 
  • A good start (intrauterines)
  • Good general health
  • Love

Parameter Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

  • Potential Genetic Height (±8.5 cm)
     Boy = Fh + (Mh+13)
                           2
     Girl = (Fh-13) +Mh
                           2
     Ket:
     Fh: Father height, Mh: Mother height
  • Mid Parental Height
  • Prediction of Final Height 
Constitutional Delay in Growth and Adolescene (CDGA)
  • Late bloomers 
  • Slowing in growth and weight in first 3 years 
  • Normal growth rate
  • Delayed bone age
  • Positive family history
  • Normal final height
  • Common in boys
  • Benefit with gonadal steroids
Familial Short Stature
  • Normal intrauterine growth
  • Linear growth cross percentiles downward in first 2 years or during puberty
  • Bone age is not delayed
  • Final height is short and consistent with mid parental height or family history
Penatalaksanaan
  • Setiap anak dengan perawakan pendek harus diketahui penyebabnya; keluarga dijelaskan mengenai potensi normal pertumbuhan anak sesuai dengan potensi genetiknya
  • Anak dengan variasi normal perawakan pendek biasanya tidak memerlukan pengobatan; anak dengan kelainan patologis memerlukan terapi sesuai dengan etiologinya.
Hormon Pertumbuhan
Indikasi
  • Defisiensi hormon pertumbuhan
  • Syndrome Turner
  • Syndrome Prader-Willi
  • Anak dengan IUGR
  • Gagal ginjal
  • Perawakan lendek idiopatik
Pemberian Human Growth Hormone (HGH) saat ini hanya bisa diberikan lewat suntikan.

Tujuan
Primer: Mencapai tinggi dewasa yang normal
Sekunder: mencapai tinggi badan normal pada masa anak

Maturasi tulang 18-20tahun final height

Growth Rate by Age
Age         Growth/year
1-6m           18-22cm
12m            14-18cm
1y                11cm
2y                8cm
3y                7cm
4y                5-6cm

Untuk mencapai tinggi badan optimal, semua komponen penting harus terpenuhi. Namun, permasalahan yang sering kita temui adalah anak susah makan. Apa penyebabnya?

  • Anak lebih suka ngemil
  • Anak suka makan itu-itu saja, pilihan makanan terbatas
  • Anak banyak minum susu
  • Anak tidak pernah minta makan
  • Anak makan tidak di meja makan
Apa solusinya?
  • Jadwal makan, anak tidak boleh ngemil sebelum makan
  • Makan di meja makan
  • Anak sebaiknya minta makan
Diet sehat
  • Sayuran
  • Buah
  • Nasi (beras tumbuk, singkong rebus, kentang rebus, ubi rebus)
  • Putih telur, ikan, daging sapi, daging kambing, ayam
  • Tahu, tempe, kacang
Makanan komplemen
  • Bawang putih/merah/Bombay
  • Cabe merah/hijau
  • Curcumin (kunyit)
  • Kacang kedelai

Pada dasarnya perawakan pendek merupakan salah satu masalah klinis anak dan remaja yang paling sering dijumpai dan menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan kelainan, baik kongenital maupun didapat.
Dengan mencari tahu sejak dini apa yang menjadi penyebabnya, diupayakan dengan penanganan yang tepat dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

No comments:

Post a Comment