Thursday, April 20, 2017

Tantangan 10 Hari "Gaya Belajar Anak"

Bismillahirrahmanirrahim​...

Memasuki materi ke-4 tentang gaya belajar anak. Jujur, untuk saya sendiri masih ragu apa gaya belajar saya. Dulu saya merasa saya adalah tipe visual karena lebih mudah menghapal sesuatu dengan menggunakan gambar atau bagan yang berwarna-warni. Tapi semakin kesini ketika membaca buku, saya lebih suka membaca nya dengan bersuara. Itu berarti saya tipe audio kan? Jadi kemungkinan besar gaya belajar saya adalah audio visual.

Dan di tantangan ke-4 ini saya harus mengamati gaya belajar anak saya. Tebakan saya di awal gaya belajar Aro adalah visual. Bener ngga ya?? Saya akan coba mengamati lebih seksama selama 10 hari kedepan.

#Hari ke-1, 20 April 2017

Kegiatan Aro yang saya amati di hari ini adalah ketika kami sedang melakukan ritual sebelum tidur, yaitu menonton film kesukaan Aro. Dan film yang dipilih dia kali ini adalah film "Good Dinosaur". Dia akan asyik ( baca: anteng) ketika menonton. Lalu sewaktu adegan Arlo ( si Dino nya) dan spot meniup tanah yang keluar entah tikus tanah atau apa. Aro langsung berseru menunjuk binatang yang keluar dari tanah. Lalu saya bilang itu tikus tanah ya, hidup nya dibawah tanah. Dia tiba-tiba teringat salah satu buku ceritanya yang berisi hewan-hewan yang didalamnya ada tikus tanah.

"Iya" saya bilang, itu sama yaa sama yang di buku cerita Aro. Lalu dia jawab, "Iya" sambil mengambil buku cerita lain dan meminta saya membacakannya. Dan film Dino pun diabaikan hahaha..

Dari situ saya melihat, dia teringat sesuatu ketika melihat suatu gambar. Dan perhatian nya gampang teralihkan oleh hal lain, ketika dia teringat sesuatu hal.

Apakah ini salah satu ciri gaya belajar visual?

#Hari ke-2, 21 April 2017

Kemarin saya berpikir kalau aro tipe pembelajar visual. Lalu saya teringat ketika dia meminta saya membacakan buku cerita Thomas (lagi).
Dia meminta saya membacakan buku ceritanya.

Dari materi yang saya baca, tipe auditori salah satu ciri nya adalah lebih suka meminta dibacakan dari pada membaca sendiri. Tapi kan Aro belum bisa baca ya.. hehe..

Masih sedikit bingung membedakan nya.

#Hari ke-3, 22 April 2017

Hari ini kami berangkat ke Jakarta, jadi belum ada yang bisa saya amati dari Aro. Tapi sepanjang jalan dia senang sekali ketika melihat truk-truk besar dan mobil-mobil pengeruk. Lalu akan berseru girang memanggilnya dan menghitungnya.

Tidak banyak yang bisa saya amati hari ini. 🙈

#Hari ke-4, 23 April 2017

Minggu ini kami pergi ke Taman Legenda, karena Aro sangat suka dengan dinosaurus. Saya pikir dia akan suka kalau saya ajak dia melihat dinosaurus.

Ternyata....

Dia takut! 🙈

Sepanjang jalan ketika lihat Dino minta digendong, kebayang kan gendong bocah 14kg 🙈

Setelah itu dia bermain pasir. Saya mencoba membiarkan dia bermain sendiri tanpa saya temani. Awalnya rewel, tapi lama-lama dia mau main sendiri.

Dan setelah selesai bermain pasir malah dia yang mengajak melihat Dino lagi.

Kali ini dia mau lihat Dino tanpa di gendong. Ah, akhirnya dia berani juga. Tapi ketika melewati suara berisik dari Dino nya dia tutup telinga. Mungkin dia masih takut dengan suara-suara aneh dari Dino nya.

Kesimpulan hari ini, dia adalah tipe anak yang harus mengamati terlebih dahulu sesuatu.

Eh, tapi termasuk visual, auditori atau kinestetik ya? 😂

#Hari ke-5, 24 April 2017

Amati amati amati. Sampai hari ini masih bingung dengan tipe gaya belajar Aro. Atau mungkin karena masih anak-anak jadi lebih sudah dan berubah-berubah ya.

Hari ini dia aktif sekali, dia bermain kesana kemari. Saya agak susah mau mencoba belajar sesuatu ke Aro, karena fokus dia cuma sebentar dan mudah teralihkan oleh hal lain. Kecuali ketika dia bermain dengan mainan kereta nya, itu bisa anteng.

#Hari ke-6, 25 April 2017

Oke hari ini kami bermain "Tiru gerakan bunda"
Saya mencontohkan beberapa gerakan tarian sambil bernyanyi. Berharap dia bisa menirukan gerakan saya, tapi ternyata malah diketawain.

Bahahahhaa..

Permainan "Failed"

#Hari ke-7, 26 April 2017

Karena malah makin bingung bagaimana mencari tau tipe gaya belajar aro, saya baca kisi-kisi nya di buku Bunda Sayang. Disitu dijelaskan salah satu nya bisa diamati melalui ekspresi mata ketika sedang berpikir atau berbicara.

Lalu saya ajak Aro berbicara tatap muka dengan saya, ternyata dia sering menggerakkan mata nya ke atas kalau berpikir sesuatu. Menurut buku, itu salah satu ciri tipe gaya visual.

#Hari ke-8, 27 April 2017

Bertambah lagi ciri visualnya, tapi saya masih penasaran kalau aro juga kinestetik. Karena Aro senang bergerak kesana kemari dan selalu ingin langsung menyusun mainan mega blocks nya tanpa melihat contoh cara menyusunnya.

#Hari ke-9, 28 April 2017

Singing singing all day long. Akhir-akhir ini Aro lagi seneng nyanyi. Sering juga nyuruh saya untuk nyanyi dan harus sambil tepuk tangan. Dia akan lebih cepat hapal kosa kata dengan bernyanyi dari pada kosa kata yang sengaja saya ajarkan langsung.

#Hari ke-10, 29 April 2017

Day 10...

Boleh pencet tombol bantuan ngga? Hahahaha
Sampai saat ini masih belum yakin dengan hasil pengamatan saya tentang tipe gaya belajar Aro.

Jadilah saya bertanya ke Ayahnya. Bukan nya tanya dari kemarin-kemarin yak! Hahaha..

Dan menurut ayahnya, Aro lebih termasuk ke visual auditori. Jadi dominan dua gaya itu.

Saya juga berpikir begitu, Aro tipe visual auditori. Kenapa? Karena dia lebih mudah saya ajarkan sesuatu dengan gambar, tapi juga dengan penjelasan langsung dengan intonasi yang menyenangkan.

Demikian 10 hari pengamatan ini, ada kemungkinan bisa berubah lagi karena katanya tipe gaya belajar bisa berubah dipengaruhi oleh beberapa faktor.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Sunday, April 16, 2017

Outbound Perdana Aro

Hari Sabtu kemarin RB playdate IIP Bandung mengadakan acara outbound di edukidzment Bikasoga. Awalnya ragu karena Aro belum pernah  ikut acara outbound sebelumnya, tapi akhirnya ikut juga karena kebetulan weekend ini tidak ada aktifitas lain.

Deg-degan sih, kira-kira Aro berani ngga yaa nyobain semua wahana nya, kira-kira mau ngga yaa dia berbaur sama teman lain yang baru pertama ketemu.

Dan ternyata...

Seperti biasa, ketika berada di suatu lingkungan baru dia hanya akan diam mengamati sekitar. Tipe pemerhati kayanya nih Aro. Mulai agak bete pas diajak ngumpul dengan anak lain. Dia engga mau dengerin kakak fasilitator dan engga mau ngumpul bareng anak lain. Belum mungkin ya.

Tapi Alhamdulillah beberapa lama kemudian akhirnya dia mau mencoba beberapa wahana, walaupun sempet nangis ketika ada anak-anak yang lebih besar menyerobot -_-

Yang saya perhatikan dari Aro adalah dia agak sulit untuk langsung mencoba hal baru. Mungkin ngumpulin dulu keberanian kali ya hihihi..
Aro juga tipe yang pemalu *kayabundanya

Setelah mengikuti acara outbound ini banyak sekali hal positif yang saya dapat diantaranya:

1. Melatih motorik anak
2. Melatih kemandirian anak
3. Meningkatkan rasa percaya diri anak
4. Melatih anak untuk bersosialisasi dengan yang lain
5. Meningkatkan bonding dengan orangtua *jika orang tua ikut
6. Melatih toleransi dengan temannya

Kurang lebih seperti itu.

Yang harus digarisbawahi adalah selalu ingat tiap anak itu unik. Begitupun dengan pola pikir dan cara dia bereaksi terhadap sesuatu atau lingkungan baru. Yang harus kita lakukan adalah mengenalkan berbagai macam aktifitas atau kegiatan untuk anak dan mendampingi nya.

Selamat membersamai anak yaa moms!

Tentang Menerima Kehendak-Nya

Pernah berada di situasi yang dirasa benar-benar diluar jangkauan? Atau ketika sudah berjuang dan berusaha sekuat tenaga namun tak juga teraih tangan?

Apa yang dirasakan? Marah? Kesal? Kecewa? Tidak terima? Atau bahkan semuanya?

Lalu apa yang akan dilakukan? Tetap berusaha atau menyerah?

Sebenarnya yang dibutuhkan adalah dua hal, doa dan ikhtiar. Ya, dua hal itulah yang kita butuhkan ketika hendak meminta sesuatu. Namun, yang seringkali dilupakan adalah ketika dua hal tersebut merasa telah kita penuhi dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan apa yang kita inginkan ternyata Allah berkehendak lain.

Apakah bisa ikhlas menerima ketetapan-Nya?

Kecewa?

Saya yakin sekali tiap orang pernah mengalami hal ini. Dan bisa jadi reaksi setiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa menerima dengan lapang segala ketetapan-Nya. Ada juga yang keukeuh sumekeuh memperjuangkan yang diinginkan.

Termasuk yang mana?

Tulisan ini hanya sebuah perenungan untuk tiap-tiap ambisi yang ada didalam diri.

Pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu untuk dicari jawabannya, karena sejatinya jawaban tersebut sudah ada didalam diri masing-masing.

"Mengikhlaskan berarti menerima segala ketetapan dengan penuh kesadaran"

Saturday, April 15, 2017

Aliran Rasa My Family My Team

Assalamualaikum...

Tantangan 10 hari family project sudah berlalu, namun ada projek yang masih berlanjut yaitu projek mempersiapkan Ramadhan untuk Aro.
Sebenarnya hari ini letih sekali setelah seharian tadi mengejar-ngejar bocah kesana-kemari di acara outbound. Tapi kemudian teringat saat membuka WhatsApp ada tugas yang belum diselesaikan.

Setelah membaca review yang di share oleh fasilitator mengenai tantangan kali ini saya langsung tersadar bahwa saat ini saya termasuk tipe campers, mengumpulkan tugas hanya untuk menggugurkan kewajiban. Ditambah saya telat memulai start karena bocah yang sedang sakit sehingga waktu untuk menyusun projek menjadi berkurang *alibimodeon. Jadinya saya hanya mengerjakan poin-poin tertentu saja tanpa menyempurnakan nya *jangan ditiru

Suka duka nya di tantangan my family my team adalah karena Aro yang sedang tidak fit jadi kurang kooperatif. Positifnya adalah dengan projek-projek simpel yang kami kerjakan semakin menambah bonding diantara kami, dan meningkatkan kekompakan.

Semoga bisa lebih baik di tantangan berikutnya. Dan naik ke tipe climbers.

Satu kutipan yang sangat jleb untuk saya di review materi ini adalah "for things to change, I must change first"

#AliranRasa
#BundaSayang
#IIP
#MyFamilyMyTeam

Sunday, April 09, 2017

Persiapan Menyambut Ramadhan

Maleeemm bloggers,

Engga kerasa ya sebentar lagi udah mau masuk bulan ramadhan. Udah persiapan apa aja nih? Emang perlu ya persiapan menyambut Ramadhan? Tentu perlu dong! Kenapa? Karena...

1. Bulan Ramadhan Bulan penuh ampunan
Udah pada tau kaan, kalau di bulan ramadhan ini Allah membuka lebar pintu ampunan nya. Yang ngerasa banyak dosa yuk jangan lewatkan bulan penuh ampunan ini.

2. Digandakan nya pahala
Tak hanya dibukakan pintu ampunan, tapi juga dilipatgandakan nya pahala kita. Harusnya lebih semangat beribadah ya di bulan ini.

3. Malam Lailatul Qadar
Yang ini juga pasti udah pada tau kan, kalau di bulan ramadhan ini ada satu malam yang sangat spesial. Barang siapa mendapatkan nya, sungguh beruntung sekali orang itu.

Mau kan jadi orang yang beruntung itu?

Yuk, persiapkan Ramadhanmu dari sekarang!

Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Untuk perempuan, cek lagi apakah masih ada hutang shaum Ramadhan sebelumnya? Kalau ada cepat segera dibayar. Kalau yang sudah, tak ada salahnya menjalankan shaum sunah Senin-Kamis untuk melatih tubuh sebelum Ramadhan.

2. Buat agenda apa saja yang akan dilakukan selama Ramadhan. Misalnya, rencana kegiatan sosial dipanti asuhan.

3. Target tilawah quran

4. List buku apa saja yang akan dibaca dan dipelajari selama Ramadhan.

5. Membuat ceklis ibadah Sunnah.

Terakhir, pikirkan satu hal untuk membuat Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang luar biasa dari tahun sebelumnya.

Siap berlomba-lomba untuk kebaikan?

When He Calls Me Bunda

Hai haii bloggers..

Mau curcol sedikit ya tentang anak, bisa dibilang aliran rasa kebahagiaan. Hehehe..

Alvaro, bocah yang udah naik tingkat dari toddler ke preschooler ini semakin hari semakin banyak saja tingkahnya. Walaupun seringkali membuat saya harus menarik nafas dalam-dalam dan menahan nada suara ketika saya terpancing emosi, tapi dia juga selalu bisa membuat saya tertawa setelahnya. Dari bocah kecil ini saya belajar banyak hal.

Tepat tiga hari yang lalu dia berulang tahun yang ke-3. Yeaayy he's turning three. Welcome to the amazing three. Akan banyak petualangan baru yang akan kita lalui, Aro! We should have ready for that.

Dan inilah yang dia berikan untuk saya, dia bisa memanggil saya Bunda! Can you imagine that? He calls me Bunda, i was surprised till i wanna cry! *Agak hiperbola sih ini hehe.. tapi beneran, saya sangat sangat bahagia karena Aro udah bisa manggil saya Bunda. Terharu. Hiks.

Ini adalah waktu yang saya tunggu-tunggu. Akhirnya saya merasa menjadi seorang ibu seutuhnya hahaha. Ya iya coba masa udah jadi ibu tapi belum dipanggil ibu sama anak. Gimana engga baper.

Alhamdulillah, ya Allah.. Engkau mempercayakanku untuk menjadi seorang Ibu dengan memberikan amanah yang luar biasa.

Sebelumnya saya tidak pernah berekspektasi atau menentukan target untuk perkembangan bicara Aro, karena sempat ada dugaan Aro termasuk anak yang mengalami delayed speech.

Saya selalu berkhusnudzan sama Allah, anak saya pasti bisa, suatu saat dia pasti seperti anak-anak lain yang sudah lancar bicaranya. Saya tidak mau menjudge dia delayed speech, karena setiap anak itu unik. Yang harus saya lakukan adalah berdoa, dan membantu dia dengan terus menstimulasi perkembangannya.

Jangan pernah lelah untuk berdoa, saya selalu percaya bahwa doa bisa menjadi jalan berubahnya takdir. Tentu saja dibarengi dengan ikhtiar.

Alhamdulillah, ya Rabb. Atas segala karunia yang Engkau berikan kepada hamba.

Dengan penuh rasa syukur.

Bandung, 9 April 2017

Sunday, April 02, 2017

Me Time ala LDM Mommy


Apa yang terlintas ketika mendengar kata Me Time? Me berarti saya dan time berarti waktu. Jadi, Me Time kurang lebih waktu untuk diri sendiri, begitu ya? Untuk saya Me Time berarti waktu dimana saya bisa bersenang-senang untuk hal yang saya sukai tanpa diganggu oleh apapun dan siapapun.

Untuk seorang istri sekaligus seorang Ibu mungkin ini terdengar cukup egois. Bagaimana bisa seorang istri yang notabene juga seorang ibu menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri tanpa diganggu oleh anak ataupun suami? Hanya para Ibu sendiri yang tahu persis apa jawabannya. Untuk yang masih single mungkin akan berpikir seperti itu, dan itu wajar karena mereka belum merasakan bagaimana suka duka menjadi seorang ibu.

Wednesday, March 29, 2017

Family Project

Alhamdulillah memasuki materi bunda sayang yang ketiga "Pentingnya Meningkatkan Kecerdasan Anak Demi Kebahagiaan Hidup"
Dan challenge Kali ini adalah membuat projek keluarga, tujuannya adalah sebagai sarana belajar dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan.

#Hari ke-1 28 Maret 2017/29 Maret 2017
Seharusnya tantangan membuat projek keluarga ini sudah dimulai beberapa hari yang lalu, qodarullah anak sakit sehingga projek keluarga ini ditunda sampai dia sembuh. Dan sampai hari ini sebenarnya dia masih belum memungkinkan untuk saya ajak membuat projek keluarga. Tapi hari ini saya coba menyusun terlebih dahulu projek apa saja yang kira-kira masih memungkinkan untuk Aro saat ini.


Sebelumnya saya berdiskusi dulu dengan ayahnya Aro namun belum membuahkan hasil hahaha...
B: Yah, Bunda dapet tugas kali ini bikin family project. Kira-kira apa yaa.. sasaran nya mengajarkan Aro sesuatu.
A: hmmm.. apa yaa..
B: Lagi mentok ide..
A: Gimana kalau projek berbagi mainan? Jadi biar ngajarin Aro untuk mau berbagi dengan yang lain.
B: Hmmm.. bisa sih, tapi dia mau berbagi kalau sama ndo aja sama Baim dia ga mau.
A: Berarti berbagi mainannya sama ndo aja hahaha
B: yaaahh
A: oohhh gimana kalau projek bikin robot?
B: -_-

Kira-kira begitulah diskusi kami, no conclusion x_x
Sudah berapa hari berlalu dan kami belum memulai projek apa-apa. Jadi saya putuskan untuk memulai projek pertama yaitu "Operasi Semut"
Seperti apa projeknya?
Judul Projek: Operasi Semut
Sasaran:
1. Membersihkan kamar, dan teras rumah.
2. Menanamkan rasa tanggung jawab dan cinta kebersihan.
3. Meluangkan waktu setiap hari minimal 15 menit untuk bersih-bersih.
Alat yang dibutuhkan: Sapu dan pengki
Sumber Daya Manusia
Kapten : Bunda
Pelaksana: Aro
Tim Pembantu: Aa ndo, Aa Ofan,
Tim riweuh: Baim, dan dedong
Tim Hore: Ayah
Waktu pelaksanaan: Rabu pagi, 29 Maret 2017
Deskripsi kegiatan: Akan dilakukan apel pagi dan pembagian tugas sebelum dilaksanakan sweeping di area kamar dan teras rumah.
Demikian perencanaan untuk projek pertama kami. Doakan lancar yaa.. hahahaha...

#Hari ke-2 30 Maret 2017
Maafkaaaann di hari kedua ini belum bisa lanjutin Project nya karena sang bocah sedang tidak kooperatif  mungkin karena belum benar-benar fit. Doakan besok sudah kooperatif lagi yaa bocah nya.

#Hari ke-3 31 Maret 2017
Bismillah.. mari kita mulai lagi family Project nya. Karena family Project nya harian jadi kemungkinan projeknya beda-beda. Hari ini tema projeknya adalah "Berbagi Mainan" sesuai dengan ide ayahnya. Kenapa akhirnya saya mau dengan ide ini? Adalah karena saya ingin mengajarkan konsep berbagi kepada Aro dimulai dengan hal yang paling dia sukai yaitu mainan.
Judul projek: "Berbagi Mainan"
Sasaran: Mengenalkan konsep berbagi
Alat yang dibutuhkan: Mainan
SDM
Target: Aro dan teman-temannya
Tim pemantau: Bunda
Tim Hore seperti biasa: Ayah
Deskripsi kegiatan:
Bermain bersama saudara dan teman-teman dengan membawa mainan masing-masing lalu nanti saling bertukar pinjam mainan.
Pelaksanaan kegiatan: Lagi-lagi Aro hanya mau meminjamkan mainannya pada ndo dan Ghaida. Lainnya dia ga mau. Dan saya tidak memaksa Aro untuk memberikan mainannya. Karena itu juga menjadi pembelajaran untuk Aro, artinya dia mau mempertahankan apa yang memang menjadi miliknya. Tidak berarti Aro tidak mau berbagi, tapi masih perlu pengenalan lebih lanjut tentang konsep berbagi.
Sekian untuk projek hari ini.
See you tomorrow..

#Hari ke-4 1 April 2017
Judul projek: "Mari Membaca"
Sasaran: Menanamkan mjnat baca sejak dinj
Alat yang dibutuhkan: Boardbook
SDM
Target: Aro dan saudaranya
Tim pemantau: Bunda
Tim Hore seperti biasa: Ayah
Deskripsi kegiatan:
Bermain dengan buku.
Pelaksanaan kegiatan: bermain bersama menggunakan Boardbook. Sebelumnya, Aro sudah saya kenalkan pada buku sejak ia masih bayi, menggunakan buku bantal tentunya. Aro cukup excited dengan buku terlebih buku dengan gambar-gambar binatang, atau gambar yang menunjukkan aktifitas sehari-hari. Saudaranya yang masih bayi pun tertarik dengan Boardbook Aro.
Sepertinya Projek selanjutnya bikin kelas mendongeng seru juga!

#Hari ke-5 2 April 2017
Judul projek: Yuk, mendongeng!
Sasaran: Menumbuhkan kepercayaan diri untuk berbicara didepan banyak orang.
Alat yang dibutuhkan: Buku cerita bergambar
Target: Aro dan saudaranya
Pendongeng: Bunda
Deskripsi kegiatan: mendengarkan bunda bercerita
Pelaksanaan kegiatan: 
Saya memang bukan pendongeng, tapi saya terbiasa membacakan aro buku cerita dengan improvisasi saya. Jadi saya mencoba bercerita kepada aro dan keponakan saya yang lain dengan improvisasi dan sesekali saya melemparkan pertanyaan kepada aro dan saudaranya. Jadi kurang lebih mendongeng interaktif.

#Hari ke-6 3 April 2017
Judul projek: Mari berkebun
Sasaran: mengenalkan cara bercocok tanam
Alat yang dibutuhkan: pot, tanah, akar daun bawang haha
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: menanam daun bawang
Pelaksanaan kegiatan: 
Aro belum pernah kotor-kotoran main tanah. Biasanya diadakan main pasir kinetik. Jadi kali ini mengajak Aro untuk bermain tanah. Dan kebetulan ada sisa akar daun bawang jadi sekalian ditanam deh. Harap dimaklumi, dadakan ga ada benih yang bisa ditanam haha. Besok-besok beli benih dulu deh.

#Hari ke-7 4 April 2017
Judul projek: Menggambar dan mewarnai
Sasaran: mengenalkan cara bercocok tanam
Alat yang dibutuhkan: buku gambar dan crayon
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: membuat gambar dan mewarnai
Pelaksanaan kegiatan: membuat gambar sesuai imajinasi dan mewarnainya. Hasilnya gambar abstrak hahaha.. tak apalah nanti lama-lama juga jelas gambar apa hihi..

#Hari ke-8 5 April 2017
Judul projek: Mengaji Bersama
Sasaran: Pengenalan Al-Quran sejak dini
Alat yang dibutuhkan: Al-Quran dan Iqro
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: belajar bersama
Pelaksanaan kegiatan: Belajar mengaji bersama dimulai dari mendengarkan bunda mengaji, lalu mendengarkan saudaranya belajar iqro

#Hari ke-9 6 April 2017
Judul projek: Membuat tempat mainan dari Dus Bekas
Sasaran: Berkreasi dengan barang bekas 
Alat yang dibutuhkan: Dus bekas ultra mimi
Target: Aro dan saudara
Pembantu: Bunda
Deskripsi kegiatan: Berawal dari dus ultra mimi yang tidak terpakai, daripada dibuang mending dipakai bikin tempat mainan. Tinggal gunting-gunting, lem, dan dilapisi kertas supaya engga keliatan bekas dus nya.

#Hari ke-10 7 April 2017
Judul proyek: Mempersiapkan kegiatan untuk bulan ramadhan
Sasaran: Menyusun kegiatan yang akan dilakukan untuk Aro
Alat yang dibutuhkan: Karton dan alat tulis
Deskripsi kegiatan: untuk projek kali ini bukan projek satu hari, tapi perlu beberapa hari untuk menyusun agenda kegiatan selama Ramadhan. Tahap persiapan memang Aro tidak berperan banyak karena saya yang Menyusun agenda kegiatan nya. Tapi dia lumayan cukup ngerecokin hahaha..
Jadi untuk projek ini masih akan berlanjut sampai beberapa hari kedepan dan pelaksanaan nya sendiri pada bulan Ramadhan.

#TantanganHari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Tuesday, March 21, 2017

Masih Bolehkah Bermimpi?


Berawal dari baca buku Ephemera-nya Ahimsa Azaleav yang judulnya "Mimpi Kita" saya jadi teringat kembali pada mimpi-mimpi saya dahulu sebelum saya menikah. Karena saya termasuk orang yang pemimpi banget, jadilah list mimpi saya panjaaangg saking panjangnya engga bangun-bangun karena kelamaan mimpi hahaha...

Banyak sekali hal yang sebenarnya ingin saya lakukan sebelum saya memutuskan untuk menikah. Juga banyak tempat yang belum saya kunjungi untuk bisa saya ceritakan ke anak-anak saya nanti.

Awal menikah saya merasa masih bisa mewujudkan semua mimpi-mimpi saya itu tanpa harus berbenturan dengan hal lain seputar rumah tangga. Namun perlahan-lahan saya merasa mimpi-mimpi saya itu mulai tertinggal dibelakang, belum tersentuh sedikitpun oleh saya untuk direalisasikan.

Lalu lahirlah anak saya. Aktivitas saya sehari-hari mulai disibukkan dengan kegiatan rumah tangga dan mengurus anak.

Seakan terlupa, mimpi saya yang dulu sempat saya susun saya simpan sementara sampai hilang entah kemana. *lebaymodeON

Saya pernah berpikir, apakah setiap perempuan yang notabene seorang istri sekaligus seorang ibu tidak bisa meraih mimpi yang diidamkan nya dulu? *iniagaklebayjugasih

Tapi bener, coba tanya hal ini ke para ibu pasti mereka juga pernah bertanya hal ini pada diri mereka sendiri atau orang lain.

Saya tidak menyalahkan kesibukan saya dengan mengurus anak dan rumah tangga yang walaupun repot tapi saya senang melakukannya. Tapi apakah bisa kedua hal ini berjalan berbarengan?

Saya tertegun ketika membaca postingan tentang seorang Ibu 12 anak yang meraih predikat cumlaude. Mempunyai 12 anak tidak berarti menghentikan nya dari meraih apa yang dicita-citakan nya. Saluuuuuttt bangeett..

Kita perlu tau cerita-cerita perjuangan seperti ini, untuk membuka mata kita dan menginspirasi supaya kita tidak putus asa untuk tetap meraih apa yang kita mimpikan tanpa perlu takut dengan segala keterbatasan kondisi. 

Akan sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa ya?

Yuk, bermimpi lagi tapi jangan lupa untuk bangun dan mewujudkan nya ya! 





Saturday, March 18, 2017

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Anak

Materi kedua kelas Bunda Sayang, "Melatih Kemandirian Anak"

Tantangan kedua ini mengharuskan saya untuk menumbuhkan sikap kemandirian Aro dengan membuat list kemampuan Kemandirian selama 10 hari.

Melatih kemampuan kemandirian Aro membuat saya kembali berkaca, apakah saya cukup mandiri sebagai orang tua dan bisa memberikan contoh yang baik untuk Aro?
Pertanyaan itu yang pertama kali muncul ketika saya memulai tantangan ini.
Awalnya saya merasa tidak yakin dengan jawaban akan pertanyaan itu, saya merasa kurang percaya diri. Tapi akhirnya saya singkirkan jauh-jauh pikiran itu, dengan tetap mengambil sisi positif nya. Untuk menjadi contoh yang baik untuk Aro, saya tidak boleh berhenti memperbaiki kualitas diri saya sebagai orangtua.

Kembali ke tantangan melatih kemampuan kemandirian untuk Aro.

Saya tidak menargetkan Aro harus lulus dengan sempurna untuk setiap skill yang saya terapkan. Karena poin yang penting menurut saya di tantangan kali ini adalah, membersamai setiap prosesnya terlebih memberikan kepercayaan kepada Aro bahwa saya percaya dia bisa melewati setiap prosesnya.

Di tantangan ini kami saling membangun kepercayaan satu sama lain. Tidak peduli dengan hasilnya, yang saya apresiasi adalah kemamuan Aro untuk mencoba walaupun dia gagal melakukannya beberapa kali tapi itu tidak membuat dia berhenti untuk mencoba sampai akhirnya dia bisa melakukannya.

Sangat terlihat sekali ekspresi senang Aro ketika dia berhasil melakukan sesuatu hal dengan benar. Tawa khas nya memberi kebahagiaan tersendiri untuk saya.

Walaupun tantangan ini tidak mudah karena sangat menuntut konsistensi, motivasi, dan keteladanan saya melatih Aro tapi saya yakin suatu saat nanti Aro akan menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.

Karena dengan melatih Kemandirian Aro sejak kecil, saya berharap kelak ia bisa berguna untuk orang banyak.

Sunday, March 12, 2017

Ruang Sendiri

Siapa yang abis baca judulnya langsung nyanyi lagunya Tulus?? Siapaaa hayooo??? Hihihi..
Iya sih saya penggemar lagu-lagu nya Tulus 😂
Tapi yang ingin saya ceritakan kali ini adalah ruang sendiri dengan diri sendiri.

Pernah ngga ngerasain suatu saat yang rasanya koq gitu-gitu aja ya.. berasa flat aja semua, monoton. Merasa terjebak dengan rutinitas sehari-hari yang rasanya koq berputar di situ-situ aja.

Saya pernah.

Bukan kehilangan semangat, semangat tetep ada tapi biasa aja. Rasa-rasanya koq ada yang salah tapi entah apa.

Pernah kan ngalamin hal seperti itu? Saya yakin semua orang pernah.

Apa yang akan kamu lakukan?

Disaat seperti itulah saya membutuhkan ruang sendiri untuk diri saya. Tidak mau diganggu sama sekali oleh apapun dan siapapun. WAG yang isinya kulwap dengan topik yang menarik aja saya acuhkan 😆

Meluangkan waktu sendiri untuk diri sendiri itu perlu. Mengistirahatkan badan dan pikiran sejenak dan menikmati waktu bersama secangkir Allure greentea *iklan 🤣

Setelah itu coba review kembali rutinitas kebelakang then out from comfort zone yang membuat saya enggan untuk melihat dunia luar dengan berbagai dinamika nya. Padahal bisa jadi dinamika itu membawa perubahan yang lebih baik untuk saya.

Susun kembali dan benahi segala sesuatunya. Tambahkan beberapa challenge untuk diri sendiri supaya bisa lebih terpacu untuk melakukan setiap aktifitas.

Lalu hadapi lagi hari esok dengan energi yang baru!

Dunia itu berubah setiap harinya, dan kita juga harus siap dengan segala perubahan itu. Jangan menjadi manusia biasa dengan aktifitas yang juga biasa-biasa saja.

Keep fight!

Thursday, February 23, 2017

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian


Bismillahirohmanirrohim..

Memasuki materi kedua di kelas Bunda Sayang, "Melatih Kemandirian Anak"

Semangat banget ketika menerima materi ini, karena kebetulan saat ini saya sedang melatih Aro beberapa latihan kemandirian. Saya ingin Aro menjadi anak yang mandiri, dan bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi kewajiban dia. Sehingga jika dia sudah dewasa kelak, tidak akan menyusahkan orang lain karena sudah dilatih untuk mandiri sejak dini.

Dari materi disampaikan bahwa kemandirian anak berkaitan erat dengan jiwa mereka, dengan rasa percaya diri mereka kelak. Dan kemandirian adalah salah satu jiwa yang dimiliki oleh seorang entrepreneur.

"Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain" ( Materi ke-2 kuliah Bunda Sayang )
Lagi-lagi doa seorang ibu untuk anaknya, semoga Aro memiliki jiwa ini sehingga ia bisa menjadi pemimpin yang baik untuk dirinya sendiri dan keluarganya kelak.

Dan challenge kali ini adalah "Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian" dimana saya harus membuat list kemampuan kemandirian yang akan diterapkan untuk anak (Alvaro 2y10m).

Saturday, February 18, 2017

After Challenge 1

Engga nyangka di tantangan ke-1 kemarin bakalan dapet badge juga soalnya ngerjain nya engga rutin tiap hari. Jadinya excited banget pas di WhatsApp sama fasil ngasih badge cantik sebagai apresiasi sudah mengerjakan tantangan pertama ini selama 10 hari. Thank you so much buat fasil kelas bunda sayang Bandung-1 😘

Kalau sekarang diminta menuliskan aliran rasa selama tantangan kemarin gimana yaa.. Jujur tantangan ini berat untuk saya, karena saya tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain termasuk pasangan. Terkadang saya kesulitan untuk menyampaikan apa yang saya maksud atau yang saya inginkan sehingga berujung missed communication. Terlebih komunikasi dengan orang tua yang selalu membuat saya galau karena selalu bingung mencari cara penyampaian kata dengan baik.

Namun karena tantangan ini mau tidak mau harus saya jalani, sedikit banyak mendorong saya untuk berusaha lebih berpikir jernih ketika berkomunikasi dengan orang lain entah itu anak, pasangan, atau keluarga. Membuat saya mengesampingkan ego saya. Membuat saya lebih bisa menempatkan diri saya di posisi lawan bicara saya sehingga saya bisa mengerti bagaimana sebaiknya saya menyampaikan maksud saya tanpa melukai hati orang lain dan bahkan orang lain bisa lebih mudah menangkap apa yang saya sampaikan.

Challenge ini memang hanya 10 hari, tapi berdampak besar untuk saya. Semoga komunikasi saya dengan anak, pasangan, dan keluarga bisa lebih baik lagi kedepannya.

Amiin..

Friday, February 17, 2017

Writer's Block

Waktu menunjukkan pukul 12.40 a.m saat saya menulis postingan ini. Sudah lebih dari satu Minggu pikiran saya buntu. Tidak bisa menulis sama sekali. Sebenarnya banyak yang ingin saya tulis tapi tak satu kata pun yang berhasil saya tuangkan. Disatu sisi saya bingung apa yang akan saya tulis terlebih dahulu padahal saya ingin berbagi banyak hal. Sementara disisi lain saya tiba-tiba takut. Saya takut menulis sesuatu yang sebenarnya bukan saya. Pencitraan. Saya takut di cap sok tahu, sok pintar ketika ada teman yang membaca tulisan saya. Padahal kan ngga ada yang nyeletuk "ih nisa sok tahu banget ya!". Gak ada sama sekali.

Ah ada apa dengan saya?!?!?!

Writer's block kah saya???

Entahlah.

Sebelumnya saya juga pernah mengalami kehilangan mood untuk menulis. Tapi tidak seperti sekarang ini.

Saya mencoba berpikir setelah ada yang mem-booster semangat saya untuk kembali menulis.

"Coba luruskan kembali niat"

Saya bertanya pada diri sendiri, untuk apa saya menulis?

Entahlah.

Untuk apa ya saya menulis?

Yang saya tahu, ketika saya ingin menyampaikan sesuatu yang saya sulit untuk mengungkapkan nya secara lisan maka tulisan menjadi penyelamat saya.

Yang saya tahu, saya merasa nyaman menyampaikan sesuatu lewat tulisan. Mungkin karena saya termasuk orang yang cukup introvert.

Yang saya tahu, saya senang berbagi, menyemangati orang lain lewat apa yang saya tulis.

Lalu apa yang salah dengan saya?

...........................................

Tidak ada.

Mungkin saya hanya perlu me-refresh kembali pikiran dan badan saya.

Semoga saya bisa segera menulis kembali.

Hey, bukankah saat ini saya sedang menulis?

Hahahaha...

Ternyata solusi menghadapi situasi seperti ini adalah...

Tulis saja semua yang ingin kamu tulis. Perasaan dan pikiran yang terlintas. Biarkan semua mengalir dengan sendirinya.

Selamat menemukan kembali semangat untuk menulis!

"Tetap luruskan kembali niat"

Good night!

Sunday, February 05, 2017

Pacu Pertumbuhan Tinggi Badan Anak



Ini kali pertama saya mengikuti acara share with Lim yang diadakan oleh RSIA Limijati. Bincang seru kali ini adalah tentang "Pacu Pertumbuhan Tinggi Badan Anak" bersama Novina dr.Sp.A,M.Kes dan Abdullah Firmansyah Dr.Sp.GK,M.Kes


Apakah tinggi badan anakku normal?

Friday, February 03, 2017

6 Cara Menutrisi Jiwa atau Hati Kita


Assalamualaikum...

Jum'at Mubarak...

Setiap hari kita makan dan minum, memenuhi kebutuhan nutrisi raga kita setiap hari. Kita begitu takut kalau-kalau nanti tubuh kita sakit. Aktifitas kita terganggu atau bahkan tidak bisa beraktifitas sama sekali. Apalagi melihat penyakit jaman sekarang banyak sekali yang sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup. Kita sibuk memfilter makanan apa yang masuk kedalam tubuh namun kita lupa bahwa bukan hanya raga kita yang memerlukan asupan nutrisi tapi jiwa kita juga memerlukannya. Jiwa kita hati kita juga memerlukan nutrisi. Dan kita juga harus memenuhi haknya dengan memberi asupan ruhani untuk jiwa kita.

Sunday, January 29, 2017

5 Komunitas Worth to Follow

Assalamualaikum teman-teman.. selamat ber-weekend ria.. berhubung weekend ini saya dan keluarga engga kemana-mana dan ingat punya banyak utang setoran tulisan jadinya dirumah saja mencoba mengejar ketertinggalan setoran tulisan hehehe... Sebenarnya kemarin-kemarin mood menulis saya sedang menurun jadinya engga ada ide mau nulis apa. Dan hari ini, karena the power of kepepet udah Minggu akhir di bulan pertama setoran tulisan di #ODOPfor99days dan tulisan yang saya setor baru 7 *tutup muka* jadinya berusaha sekuat tenaga untuk menulis. hehehe...

Eh, ada yang belum tau apa itu #ODOPfor99days? Jadi #ODOPfor99days itu sebuah group yang dibuat dari suatu komunitas khusus untuk menulis. Di group ini kita dilatih untuk menulis dengan menyetorkan link dari tulisan yang sudah kita buat. Kenapa ikutan group ini ? karena ingin belajar menulis lagi... group ini membuat saya lebih konsisten meluangkan waktu untuk menulis.

Wednesday, January 25, 2017

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

#Hari1 ( 25 januari 2017 )

Bismillahirrahmanirrahim..
Setelah 3 bulan mengikuti kelas matrikulasi, kini saatnya memasuki kelas Bunda Sayang. Bunda Sayang merupakan tahapan pertama dalam kurikulum Ibu profesional. Di kelas ini saya akan belajar selama kurang lebih satu tahun, lama sekali yaa.. hehe..

Seperti program matrikulasi sebelumnya, setiap penyampaian materi akan dibarengi oleh tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta. Kali ini kami menyebutnya tantangan. Dan sesuai materi pertama yang diberikan yaitu tentang komunikasi produktif, tantangan nya adalah membuat sebuah " Family Forum"

Monday, January 23, 2017

Review Bluetooth Multi-Device Keyboard k480

Taraaa... masih dalam rangka mengejar ketertinggalan postingan untuk #ODOPfor99days hehehe..

Jadi minggu-minggu kemarin tuh ya adalah minggu-minggu sibuk buat saya pasalnya saya dan teman-teman harus menyiapkan acara Kopdar IIP. Oke skip dulu ya cerita ini akan saya ceritakan di postingan selanjutnya.

Back to...
Kali ini saya akan me-review Bluetooth multi-device keyboardnya Logitech yang Minggu lalu saya beli.

Kenapa saya beli keyboard ini? Karena saya lebih suka ngetik untuk blogging pakai keyboard tapi tetap ingin blogging dari HP ( jelimet ngga sih ini kata-katanya? 😂)

Sebelumnya saya sudah browsing-browsing beberapa keyboard Bluetooth portable. Tapi pada akhirnya keyboard ini yang saya beli.

Kaya gimana sih penampakan keyboard nya? Cekidot..

Tentang Sahabat


Postingan kali ini agak sedikit mengandung curcol yaa.. *biasanya juga curcol hehe..
pun gambar yang saya jadikan display picture di postingan kali ini juga mengandung curcol *baper
Jadi semalam itu saya mimpi agak sedih huhuhu.. saya jadi teringat almarhumah sahabat saya.. semoga almarhumah ditempatkan di tempat terbaik disisi-Nya amiin..
Almarhumah dulu sangat suka sama gambar-gambar nya danbo, jadilah gambar danbo ini saya jadikan display picture. *hugsandcry*

Pasti pada punya banyak teman kan ya?

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Akan Membawa Si Kecil ke Dokter Anak


Bulan ini masih musim penghujan atau sudah masuk kemarau ya? Atau pancaroba? Biasanya ibu-ibu ( termasuk saya ) suka galau kalau musim pancaroba, kenapa? Karena biasa nya si kecil rentan terkena penyakit. Demam, flu, batuk, dan penyakit-penyakit langganan lainnya.

Kali ini saya mau berbagi pengalaman ketika membawa Aro ke dokter anak. Dulu sebelum usia Aro menginjak satu tahun, hampir setiap bulan langganan ke dokter anak. Stress banget deh pokoknya kalau anak udah sakit apalagi hampir tiap bulan bolak-balik ke dokter anak. Tapi dari situasi seperti itu saya jadi punya banyak pengalaman ke dokter anak.

Sunday, January 22, 2017

Bijak Menggunakan Internet dan Socmed

Di jaman yang serba canggih ini, dimana semua informasi bisa diakses dengan cepat dan mudah tanpa harus keluar rumah hanya dengan menggunakan akses internet. Belum lagi ditambah aplikasi yang disediakan para apps developer membuat kita semakin betah berlama-lama didepan gadget. Lima menit sepuluh menit sampai akhirnya tidak terasa berjam-jam waktu kita habis didepan laptop atau PC.
Ah dunia memang sudah canggih. Ingat dulu waktu kecil dan belum ada internet? Bisa seharian kita diluar rumah, bermain dengan teman-teman sebaya. Tertawa riang menghabiskan waktu bersama.
Sekarang, yang ada kita sibuk mengurung diri di dunia maya.
Rindu rasanya masa-masa itu.
Adanya Internet terutama aplikasi-aplikasi socmed memang membawa berbagai perubahan dalam hidup kita. Ada positif dan ada juga negatifnya.

Tuesday, January 03, 2017

My 2017 Goals

Masih bulan januari kaan... belum basi ya kalau masih ngobrol soal resolusi 2017 hehehe...
Sebenarnya postingan ini sudah dibuat tapi nyangkut didraft dikarenakan banyak yang harus diselesaikan beberapa pekan kebelakang *Soksibukbangetya 
Sebelumnya saya sudah posting tentang alasan penting menyusun resolusi di awal tahun ( baca disini : 3 Alasan Pentingnya Resolusi di Awal Tahun )
Naah.. sekarang saya mau berbagi cerita apa saja sih resolusi saya di tahun 2017 ini ? Mau tau kaan *Iya in aja 
Apa aja siihh ....

Monday, January 02, 2017

3 Alasan Pentingnya Resolusi di Awal Tahun



Hari ini adalah hari pertama di tahun 2017, masih ada 364 hari lagi untuk dilewati. Mau ngapain yaa di 2017? Ada yang sudah punya planning kah?

Sebagian orang biasanya sibuk mempersiapkan pergantian tahun masehi ini dengan liburan akhir tahun. Tapi ada juga loh yang di akhir tahun itu sibuk bermuhasabah diri apa yaa yang sudah dicapai di tahun sebelumnya... apa yaa yang harus diperbaiki di tahun depan... apa saja yaa yang perlu dipersiapkan untuk membuat tahun depan lebih baik...